Minggu, 24 Januari 2016

Membelah Thailand Naik Kereta Api

Rute naik kereta kami di Thailand

Hari itu akhirnya datang juga.

Setelah lima hari di Bangkok, tiba saatnya kami meninggalkan kota ini. Kami mengaku, tidak terlalu mengeksplor kota ini terlalu dalam sehingga kok berat saat akan meninggalkan Bangkok. Semoga ada kesempatan lagi ke Bangkok.

Karena check out pukul 12.00 siang, kami sengaja santai-santai karena kereta api dari Bangkok ke Hat Yai akan berangkat pukul 14.30. Saat check out, kami pun duduk-duduk dulu di communal room hostel yang ada sofa empuknya, lumayan untuk mengulur waktu. Sekitar pukul 13.00 kami pun jalan kaki ke Stasiun Hua Lamphong dengan sinar ditemani sinar matahari Bangkok yang menyengat. Tak lupa juga kami take away makanan, camilan dan minuman di 711 karena kereta ini akan menempuh perjalanan selama 16 jam! Bisa modar kan kalau 16 jam tak ada apa-apa yang masuk ke perut?

Akibat takut kelaparan, kami pun take away masing-masing dua kotak nasi untuk makan malam dan siang, roti, serta camilan-camilan kecil untuk killing time, dan tak lupa juga yang utama adalah air mineral dan minuman manis lainnya. Sampai Stasiun Hua Lamphong pukul 13.30 sehingga kami cukup lama menunggu di ruang tunggu stasiun. Kami pun keliling-keliling stasiun sekaligus muas-muasin ngerokok karena bakalan tidak bisa merokok di dalam gerbong.

Stasiun Hua Lamphong ini lumayan besar dan seperti pusat stasiun keberangkatan kereta ke berbagai penjuru Thailand sehingga rame banget. Interior stasiunnya pun masih seperti bangunan zaman dulu dengan tipe langit-langit tinggi dan lengkungan. Area komersial pun banyak di dalam area stasiun seperti restoran, kafe, ATM sampai bagian lost and found. Tak terasa juga sudah pernah jalan darat dari timur Thailand, ke tengah Thailand, dan sekarang ke selatan Thailand. Sebagai panduan, saya melihat situs www.seat61.com yang isinya mengulas secara lengkap perjalanan kereta api di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Lima belas menit sebelum keberangkatan, saya kencing di toiletnya yang bayar 4 Bath dan kami pun check in. Karena warga negara asing, kami pun diwajibkan menunjukkan paspor untuk dicocokkan dengan nama. Saya pun baru tahu jika sleeper train ini rangkaian gerbong yang paling mahal tarifnya sehingga ada di ujung depan. Rangkaian gerbong pun tidak semuanya sleeper train, melainkan ada juga gerbong kereta kelas ekonomi dengan seat configuration 2-3 dan tanpa AC. Untuk tarifnya yang ekonomi saya kurang tahu karena tidak ditawarkan ke kami saat beli di stasiun.


Begitu masuk, kami pun cukup terkejut karena gerbongnya bersih dan wangi. Saat siang hari konfigurasi kursi adalah hadap-hadapan namun 1-1 alias cuma madep satu orang. Sebelum berangkat seperti biasa, ada pemeriksaan paspor dan tiket oleh petugas. Menandainya pun dengan membolongi karcis dengan alat pembolong tertentu, seperti di Indonesia lah. Dibelakang saya, seorang wanita berambut pirang berbicara dengan aksen bahasa Inggris yang jelas. Intinya, dia menanyakan apakah ada kereta lanjutan dari Hat Yai ke Butterworth. Si petugas pun geleng-geleng.

Karena merasa "senasib", saya pun menyapa dan menanyakan.

"Do you wanna go to Butterworth? We also wanna go there and plan to catch a van from Hat yai! Because i read online there's no connecting train to Butterworth."

"Wow. We can catch a van together because i also read that as you said." katanya.


Kami pun janjian cari van bareng untuk menuju Penang. Eh buset ternyata dia naik kereta dari Chiang Mai ke Bangkok kemudian lanjut ke Hat Yai untuk menuju Malaysia.

"I've spent two days in the train because airfare was crazy expensive!" kata Carol yang ternyata dari Austria.

Dari dia pun kami baru tahu jika banyak turis yang akan turun di Surat Thani untuk menuju Koh Samui.

Kereta pun beranjak meninggalkan kota Bangkok. Memasuki pinggiran Bangkok, terlihat banyak pembangunan jalan tol, gedung, jembatan, serta fly over. Bangkok, I'll be miss your Ovaltine!

Walaupun termasuk kereta eksekutif, pedagang masih diperbolehkan masuk ke dalam gerbong sehingga bagi anda yang tidak sempat beli makanan dan minuman jangan khawatir. Menjelang malam, seorang petugas pria dengan sigapnya mengubah kursi-kursi menjadi seperti kasur plus bantal dan selimut yang kebungkus plastik transparan. Hap hap hap, berubah lah kursi tersebut jadi kasur. Seperti bobok di bunk bed hostel tapi berjalan, seperti itu lah tidur di kompartemen kereta api. Karena saya pilih yang upper berth, terpaksa deh tidak bisa lihat pemandangan di luar, secara lebih murah THB 100 daripada lower berth.


penampakan sleeper train Thailand

Karena tidak ada apa-apa yang bisa dilihat pula, saya pun tertidur pulas. FYI, untuk yang tinggi badannya lebih dari 180cm, pilihlah lower berth karena lebih luas.


Alarm ponsel saya berdering sekitar pukul 07.00 pagi karena kereta api dijadwalkan tiba di Hat yai pukul 07.30. Saya dan teman-teman pun sudah siap-siap. Herannya, sampai pukul 08.00 kereta tidak ada habisnya berjalan walaupun lambat. Saya pun memperhatikan nama stasiun dimana kami sedang berhenti. Patallung? Wah dimana neh? Saya pun membuka ponsel untuk melihat peta Thailand dan melihat dimanakah letak kota ini. Ternyata tidak terlalu jauh dari Hat Yai. Tapi...kecepatan kereta pun sedang saja dan berhenti di stasiun kecil-kecil. Untuk mengalihkan perhatian, kami pun lihat pemandangan pagi hari di Thailand bagian selatan yang di dominasi perbukitan serta perkebunan kelapa sawit dan karet.

Pukul 09.00 pagi kasur pun "digusur" dan diubah kembali menjadi kursi seperti kemarin siang. Ah kelewatan deh naik Van yang pukul 09.00 pagi. Kami pun pasrah jika sampai sore hari maka kami akan menginap di Hat Yai. Kegelisahan kami akhirnya terjawab sekitar pukul 11.30 petugas pun teriak-teriak di gerbong.

"Hat Yaiiii, Hat Yaiiii, Hat Yaiii!!!"

Kami pun langsung turun untuk mengejar Van pukul 12.00 siang. Saat keluar kereta dan masuk stasiun, langsung deh dikerubutin calo-calo tiket.

"Going to Butterworth? Penang? You are going to Malaysia, right? Come come, i provide van to Penang!"

Kami pun langsung straight ke jalan utama dan mencari van menuju Penang. Rata-rata pasang tarif THB 400 sih. Ditawar pun tidak bisa. Bule yang ikut dengan rombongan kami pun  nawar.


"Is it not 300 Bath? I read online the fare is 300 Bath."
"One year ago you can get 300 Bath, Miss! kata petugas travel.

Ya sudah lah, kami pun akhirnya bayar 400 Bath untuk van dari Hat Yai ke Penang. Sebelum naik, kami pun menyempatkan take away di rumah makan dekat kantor travel. Karena Hat Yai ada di Thailand Selatan yang berpenduduk mayoritas Muslim, menemukan makanan halal sangat mudah. Kami pun kembali ke kantor travel dan beberapa menit kemudian dijemput.

hatyai station
Ternyata...keputusan kami untuk mengambil langsung Van tersebut adalah benar adanya karena Van berputar-putar di sekitaran wilayah tersebut dan mengambil penumpang ke tiap kantor. Yailah...penumpang yang lain pun dapat 400 Bath. Untung juga kami tidak terlalu picky untuk memilih travel karena modelnya kerja sama. Jadi si sopir van mengambil penumpang ke beberapa kantor travel, sehingga kemungkinan besar tarifnya sama.

Sekitar pukul 13.00, van meninggalkan pusat kota Hat Yai untuk menuju perbatasan Thailand-Malaysia. Sudah 23 jam dari Bangkok dan kami masih di jalanan!


Catatan:
- Jika terburu-buru, naik kereta tidak disarankan karena waktu tempuhnya lama.
-Jika lagi selow, naik sleeper train sangat menguntungkan karena dapat menghemat biaya akomodasi kamar semalam. 

3 komentar:

  1. Salam kenal ya. Saya rencana bln agustus 2017 mau perjalanan bangkok-hatyai via kereta api, trs lanjut ke KL via bus. Kmrn pas naik kereta api, mas pesan lgsg atau onlen? Brp biayanya? Saya rencana mau naik sleeper train fan aja, krn katanya yg ac dingin sekalin plus lebih mahal. Tq sebelumnya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kemaren beli langsung di stasiunnya mbak karena tidak besi beli online. Tp kalo mau bisa kok pesan via agen (ada biaya tambahnnya) jika tidak mau kehabisan. Saya lua mbak, kalo tidak salah sekitar 900 Baht. Sleeper train semuanya pake AC mbak dan tidak terlalu dingin kok. Kalo yang non AC pakainya bukan non sleeper. Kalo lagi promo mending naik pesawat saja mbak untuk Bangkok-Hat Yai.

      Hapus
  2. Pengen rasa naik sleeper train, soalnya ga pernah. Hehehe. Makasih infonya mas, mudah2an backpackeran kami lancar.

    BalasHapus

don't forget to leave a comment