Sabtu, 14 Januari 2017

Huru Hara Penang - Kuala Lumpur - Jakarta - Surabaya

12 Juni 2015 adalah tanggal yang tak terlupakan bagi saya di tahun 2015 yang lalu. Baru kali ini saya tidak tidur sampai hampir 48 jam! Saya jadi teringat dulu ada berita bahwa ada orang yang 3 hari tidak tidur (karena lembur kerja) dan dinyatakan wafat karena serangan jantung yang ramai banget dibahas di twitter. Waduh!

Cerita berawal pada tanggal 9 Juni 2015, saat itu di malam hari di hostel saya sedang santai-santai di communal room untuk browsing cara melintasi perbatasan dari Thailand ke Malaysia via Hat Yai City menuju Pulau Pinang. Iseng ngecek email ternyata ada panggilan tes dari PT. Angkasa Pura I (Persero)  pada tanggal 13 Juni 2015 di Surabaya! Duar! agak galau juga jika skip tes ini karena perusahaan ini adalah salah satu incaran saya dalam berkarier. Saya baru kembali ke Indonesia pada tanggal 12 Juni 2015, landing di Jakarta pula! Pada saat itu saya sempat kepikiran untuk langsung terbang ke Surabaya dari Penang karena ada direct flight naik Airasia, tapi tiketnya saat itu saya pikir cukup mahal dan saya tidak punya uang. Haha. Saya pun BBM kakak saya untuk mengabari Papa saya, secara saya tidak beli SIM card di Thailand. Besoknya saya dibelikan Papa saya penerbangan Jakarta - Surabaya untuk tanggal 12 Juni siang. Horeee!

Fast forward ke Penang tanggal 11 Juni di dini hari pukul 1 pagi hingga terang saya tidak bisa tidur karena kutu busuk di kasur hostel (persis dengan yang saya baca di review-review) Jam 9 pagi saya dan teman-teman sudah check out dan keliling-keliling Penang pakai Bus Gratisan yang 'ngider' di beberapa lokasi di Penang. Sign paling gampang untuk tahu atau tidak bus gratis adalah jika di halte ada tulisan "hop on hop off". Dijamin gratis, Puas muter-muter, sore harinya kami kembali ke hostel untuk mengambil tas dan segera menuju Bandara Internasional Penang di Bayan Lepas yang cukup jauh dari Georgetown. Singkat cerita, penerbangan kami pukul 20.00 delayed sejam. Kami pun sempat lihat beberapa orang berdebat dengan ground staff karena ada yang hampir ketinggalan connecting flight ke Australia.

Total delayed sampai boarding ternyata cuma 40 menit. Saat take off, Penang sedang hujan sehingga agak ngeri-ngeri sedap. Tidak ada kendala yang berarti dalam penerbangan yang singkat ini. Kami landing di Kuala Lumpur sekitar pukul 22.10 malam. Sampai di terminal domestik sudah tidak banyak penerbangan sehingga suasananya sepi. Kami pun ngacir ke keberangkatan internasional yang masih ramai untuk mencari 'tempat bobo'. Buset, semua tempat strategis sudah di invasi para calon penumpang baik di bagian departure maupun arrival! Kami pun menunggu di Starbucks dekat area check in untuk cari charger. Jam 1 pagi, ternyata tempat ini bergegas tutup. Waduh!

Karena sudah ngantuk berat, akhirnya kami nekad tiduran di kursi dekat gerbang masuk KLIA2. Satu teman saya tidak kuat dinginnya AC bandara sehingga memutuskan tiduran di luar, padahal di luar menurut saya panas sekali. Walau dikata mata tertutup, sebenarnya saya tidak bisa tidur karena bobo di kursi. Saya pun pergi ke McD untuk makan karena lapar sekali. Sekitar pukul 3 Pagi saya tidur lagi dan baru bangun sekitar pukul 4 dini hari. Setelah "mengumpulkan nyawa" di toilet, cuci muka, sikat gigi dan repack ransel, kami pun langsung ke document check counter di area check in. Rupanya pagi hari adalah rush hour di KLIA2 karena banyaknya manusia bersliweran yang akan pergi naik pesawat. I'll be home!

Selesai check dokumen, kami langsung melaju ke imigrasi. Selesai imigrasi, kami diperiksa barang bawaan dengan X-Ray, selesai pemeriksaan pertama, masuklah kami ke pemeriksaan berikutnya sebelum menuju wilayah gate, yakni 'aviation security check', mayoritas barang sitaannya adalah cairan yang lebih dari 100ml dan alat-alat lain yang dilarang. Kirain tumblr yang saya beli bakalan disita, ternyata aman-aman saja.

Masuk ke area gate kami jalan santai karena waktu boarding masih cukup lama, gate keberangkatan saat itu belum dibuka sehingga kami menunggu di luar dan iseng nyoba kursi pijat yang bayar RM5 untuk 15 Menit. Hiburan kami saat itu adalah panggilan masuk gate ke berbagai destinasi, rata-rata ke ASEAN, serta India dan China. Pukul 06.30 gate dibuka dan semua penumpang berjubel mengantre. Penerbangan pertama Kuala Lumpur - Jakarta pagi itu rupanya penuh. Daaaan delayed sejam karena hujan deras pagi itu. Mampus! Pukul 07.20 ternyata sudah disuruh boarding namun prosesnya agak lama sehingga baru benar-benar bisa take off sekitar pukul 07.50. Tidak ada yang berkesan pada penerbangan kali ini karena kami lelah luar biasa dan tak terasa sudah mendarat di CGK airport tercinta.

Jam menunjukkan pukul 09.10 waktu Jakarta, setelah turun dari bus kami langsung berlari ke Imigrasi supaya dapat antrean awal. Kelar imigrasi, giliran bea cukai yang kami cuma di scan barang doang. Selesai urusan Imigrasi, saya langsung tukar uang di Bank yang buka kantor kas di Terminal 3. Secara saya terpaksa karena tidak punya rupiah sepeser pun, sehingga tidak peduli berapapun rate Ringgit saat itu. Tepat pukul 09.30 kami sudah berada di luar terminal 3 CGK untuk menunggu Damri ke Gambir. Secara, tidak ada public direct access ke senen, kecuali taksi. Tadinya kami mau naik taksi, namun karena traffic Jakarta yang mengerikan di pagi hari, kami nyari amannya saja karena sudah kere setelah 13 hari di jalanan.

Kami pun mulai panik saat jam 10.30 bus masih berada di tol. Tepat pukul 11.00 siang kami tiba di Stasiun Gambir. Saya pun berpisah dengan 2 orang teman saya karena mereka akan mengejar Krakatau jam 12 siang ke Jogja, sedangkan saya ke Gambir untuk pembatalan tiket. Saya pun baru ingat kalau pembatalan maksimal tiket kereta api adalah 30 Menit sebelum keberangkatan. Karena Krakatau berangkat jam 12.00 siang, maka maksimal saya bisa cancel pukul 11.30! Sampai loket saya ingin pingsan karena masih disuruh foto kopi KTP pula! aduh! Ternyata dekat loket ada jasa foto kopi KTP. Selembar seribu btw, harga yang bisa diterima orang yang sedang buru-buru. Lol. 11.20 saya balik ke loket, dan Puji Tuhan masih sempat di cancel....lumayan 130ribu selamat...

Saya pun bergegas ke 711 untuk take away nasi kotak dan sebungkus sampoerna mild karena saya sudah seminggu tidak merokok akibat rokok saya habis saat masih di Thailand. Sambil jalan ke pemberangkatan damri Gambir-Cengkareng, saya jalan sambil ngerokok. Belum ada setengah batang ngebul, bus sudah mau berangkat. Pukul 11.45 saya kembali menerobos jalanan menuju Bandara Soekarno Hatta. Rupanya damri Gambir-CGK frekuensinya 15 menit sekali. Sekali lagi saya kena macet dan tiba di Bandara pukul 14.00! Padahal penerbangan Jakarta - Surabaya saya Pukul 15.00! Karena saya sudah tidak kuat angkut ransel, terpaksa saya baggage drop ke konter dan sekali lagi Tuhan menolong saya. Antrean tidak ada sama sekali. Lega...

Saya pun cari tempat untuk charge HP saya yang baterainya hampir modar di area kosong dekat Monas Lounge di lantai 2 sambil makan chicken teriyaki yang saya beli di Stasiun Gambir sambil ditemani pandangan mata orang-orang ke arah saya. Haha. Kali ini saya sudah agak santai karena sudah dapat boarding pass dan sudah tidak gendong ransel saya yang ternyata 12kg...Selesai take away kopi dari Starbucks, saya menyempatkan ngebul di smoking area. Tepat sebatang rokok saya habis, ternyata sudah ada panggilan boarding penerbangan kali ini ontime. Namun di landasan, air traffic...sehingga mundur 30 menit. Baru kali ini saya tidak menikmati penerbangan karena saya sudah tertidur saat masih antre take off di CGK dan dibangunkan pramugari saat mendarat di Surabaya.

Tiba di Surabaya sekali lagi kesabaran saya diuji. Jalanan di Jumat sore macet dimana-mana. Total saya habis 150rb dari airport ke Dharmawangsa. Selesai masuk ke penginapan, mandi, makan, saya langsung tepar pukul 9 malam. Total 44 jam saya tanpa tidur!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

don't forget to leave a comment